Cara menyapih anak agar bisa berjalan dengan lancar maka ibu harus melakukannya dengan penuh cinta. Saat menyusui adalah momen yang menyenangkan bagi ibu dan bayi, waktu kebersamaan tanpa gangguan siapapun, hanya ibu dan bayi. Atas dasar berbagai alasan entah karena memang bayi kecil sudah beranjak besar ataukah ibu hamil lagi, maka momen khusus ibu dan bayi ini harus segera dihentikan. Mungkin bukan dihentikan tetapi diganti dengan momen lainnya yang lebih menyenangkan.
Tentu ibu menginginkan proses sapih berjalan lancar, cepat, dan sukses. Namun akan lebih mengesankan dan layak dikenang jika proses sapih ini berlangsung tanpa paksaan, tanpa air mata dan penuh cinta. Ibu yang akan menyapih buah hatinya wajib menguatkan niat, membulatkan tekad untuk memulai proses ini. Jika ibu masih setengah hati atau ragu ragu sebaiknya tunda dulu keinginan untuk mulai menyapih karena hanya akan membuang waktu dan tidak memberikan hasil yang optimal.
Cara Menyapih Anak Dengan Cinta Perlu Didasari Niat Yang Kuat
Niat ibu merupakan modal awal menyapih si buah hati, yakinkan diri bahwa proses menyapih ini akan berjalan mulus apapun rintangan yang dihadapi ibu pasti bisa melewatinya. Hindari melakukan sesuatu tanpa membicarakan terlebih dahulu pada si kecil, termasuk rencana ibu untuk menyapihnya. Melalui komunikasi, si kecil akan menyiapkan dirinya dan tidak kaget ataupun mengira tentang apa yang terjadi padanya saat disapih.
Awalnya mungkin si kecil menolak dengan rencana ibu untuk menyapihnya tetapi percayalah lambat laun ia akan mengerti. Menghentikan proses menyusu akan terasa menyakitkan jika dilakukan sekaligus dan tiba-tiba. Hal ini menyakitkan bagi ibu karena kehilangan salah satu momen kebersamaan dengan buah hati dan dapat membuat payudara bengkak yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Berhenti menyusu dengan tiba-tiba juga menyakitkan bagi si kecil karena ia akan merasa ditolak dan kehilangan.
Ibu bisa melakukan dengan cara halus dan perlahan. Jika ibu biasa mengantar tidur si kecil dengan menyusuinya maka sekarang saatnya ibu ubah cara itu, lakukan kebiasaan lain seperti memandikan, memijat, atau membacakan buku cerita sebelum tidur dan biarkan si kecil tidur dengan sendirinya. Hindari menyusui si kecil jika ia tidak memintanya dan tetapkan aturan tempat khusus misal kamar tidur untuk menyusui sehingga anak tidak akan menyusu di sembarang tempat dan tentu hal ini mengurangi frekuensi menyusu.
Jika si kecil merengek ingin menyusu diluar kesepakatan yang ditetapkan misalnya menyusu di tempat umum maka tugas ibu untuk mengalihkan perhatiannya, bisa dengan melakukan kegiatan yang disukai anak atau memberinya makanan favorit. Pastikan perut anak kenyang karena hal ini akan menghilangkan keinginan si kecil untuk menyusu. Kemungkinan beberapa malam tidurnya menjadi tidak nyenyak namun ini terjadi hanya beberapa malam saja, ibu pasti bisa melewatinya demi kesuksesan menyapih dengan cinta.
Jika anak terbangun di malam hari, jangan buru-buru menyusuinya atau memberi makanan, tepuk-tepuk saja punggungnya, jika masih menangis ibu boleh menggendong atau menimangnya, bila ia kelihatan haus ibu boleh berikan air putih. Sebaiknya ibu tidak membiasakan memberi anak makan atau susu disela-sela waktu tidurnya karena selain bisa merusak gigi dengan sisa makanan atau minuman yang menempel, hal ini juga akan membuat si kecil terbiasa bangun di malam hari untuk menagih jatah makan atau minumnya. Bagaimana mudah bukan Cara menyapih anak supaya tidak rewel? Yang perlu diingat adalah lakukan dengan cinta dan penuh kesabaran ya Bu..

No comments:
Post a Comment