Monday, July 30, 2018

Cara Menyapih Anak Secara Alami Agar Tumbuh Lebih Mandiri

Cara menyapih anak merupakan suatu cara untuk menghentikan bayi menyusu dari payudara. Kegiatan ini terkadang menjadi masa yang emosional bagi ibu dan bayi. Bukan hanya karena akan ada perubahan bagaimana bayi mendapatkan nutrisi, namun karena kebanyakan bayi mendapat kenyamanan dengan menyusu langsung dari payudara ibunya. Bunda tidak perlu khawatir, kegiatan menyapih tidak membuat  ikatan intim antara ibu dan anak akan berakhir. Bunda bisa mencari cara lain seperti berpelukan, bermain atau menyanyi bersama.
Pada umumnya untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak tergantung dari pilihan masing-masing ibu. Akan tetapi, biasanya masa yang disarankan untuk bayi dalam mendapatkan ASI eksklusif yaitu sekitar enam bulan. Sedangkan masa yang disarankan untuk ibu menyusui si kecil yaitu hingga bayi berusia dua tahun.  Setelah bayi berusia kurang lebih 6 bulan, ia sudah bisa diberikan tambahan nutrisi selain ASI yaitu melalui Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI).
Cara Menyapih Anak Secara Alami Yang Bisa Dilakukan Bunda
Waktu demi waktu Bunda lewati bersama si kecil dengan penuh suka cita. Mulai dari momen lucu, menggemaskan sampai dengan momen bahagia yang rasanya sulit untuk dilupakan. Banyaknya hal yang anda lalui bersama dengan si bayi, membuat rasa cinta anda semakin hari semakin besar dan tak tergambarkan oleh kata-kata untuknya. Sehingga demikian, rasanya akan tidak mungkin bagi anda mengabaikan keinginannya atau tidak berada bersamanya.
Akan tetapi ada masanya perubahan akan terjadi pada apa yang biasa anda berikan untuk buah hati Bunda.  Cara memulai untuk menyapih tergantung pada kebutuhan dan karakter masing-masing anak dan ibu. Untuk hal ini sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda anak siap disapih. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa cara menyapih anak yang benar, diantaranya adalah;
  • Lakukan secara bertahap atau perlahan-lahan
Mulai menyapih secara bertahap tidak hanya bermanfaat untuk anak, namun juga Bunda. Mengurangi frekuensi menyusui secara perlahan akan membuat produksi ASI menurun secara bertahap. Pengurangan perlahan ini penting untuk menghindari risiko payudara bengkak dan nyeri.
  • Lakukan kegiatan menyapih di siang hari
Bayi umumnya menyusu di pagi dan malam hari untuk kenyamanan. Cara menyapih Anak bisa dimulai secara bertahap dengan berhenti menyusuinya di siang hari, menggantinya dengan makanan padat, tapi tetap memberikan ASI di malam hari.
  • Biarkan si kecil tidur tanpa minum ASI secara bertahap
Ciptakan ritual menyenangkan lain sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik. Buat dia merasa nyaman dengan tetap memeluk atau membelainya.
  • Biasakan si kecil menggunakan cangkir dibandingkan botol
Tempatkan lebih banyak air dalam cangkir dibandingkan dalam botol. Cara lain, tempatkan minuman yang disukai anak ke dalam cangkir dan tempatkan yang tidak begitu dia sukai di dalam botol. Misalnya menempatkan susu dan jus untuk bayi di atas 6 bulan dalam cangkir dan air mineral saja dalam botol.   Bunda bisa tetap mengikuti jadwal yang sama selama seminggu. Kemudian, minggu berikutnya tambahkan waktu saat Anda memberikan susu melalui botol dan kurangi pemberian ASI secara langsung.

Hal terpenting saat menyapih yaitu fokus pada kenyamanan bayi dan diri Anda. Tidak perlu memusingkan diri Anda sendiri dengan membandingkan cara menyapih anak yang dilakukan orang lain, karena tiap pengalaman adalah unik. Anda mungkin punya tenggat waktu sendiri mengenai kapan anak sebaiknya sudah tidak menyusu, tapi akan lebih baik untuk fleksibel terhadap tenggat waktu tersebut.

Saturday, July 28, 2018

Yuk Ketahui Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel Dan Menangis!

Cara menyapih anak sebenarnya ada berbagai macam, hanya saja setiap satu bayi dengan bayi lain terkadang tidak cocok metodenya. Apa sih itu menyapih ? Menyapih adalah salah satu cara untuk  menghentikan anak untuk menyusu dari Ibunya atau kata lainnya yaitu berhenti minum ASI. Menyapih merupakan hal yang tidak mudah bagi ibu sebab prosesnya membutuhkan kesabaran ekstra dan tidak jarang melibatkan emosi ibu sehingga membuat si kecil justru menjadi rewel. Pada umumnya tidak ada batasan kapan waktu yang tepat untuk ibu memulai menyapih si kecil.  Ketika si kecil sudah dirasa mampu dan kebutuhan nutrisi selain ASI semua telah terpenuhi maka proses menyapih bisa dilakukan.
Sejatinya menyapih bukan suatu kegiatan untuk menjauhkan anak dari sang ibu melainkan aktivitas ini mempunyai arti bahwa sebagai orang tua, ibu sudah saatnya memberikan kasih sayang dan mendidik si kecil dengan cara baru. Beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk menyapih anak sebaiknya ia sudah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan terlebih dahulu. Ibu yang menyusui sebaiknya mulai melakukan proses menyapih ketika si kecil sudah berusia setidaknya  1 tahun sebab pada usia ini si kecil sudah bisa membangun sistem anti alergi dalam tubuhnya dengan baik.
Inilah Beberapa Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel
Proses menyapih anak pada beberapa kepercayaan budaya dan agama biasanya dimulai saat si kecil sudah berusia 2 tahun. Proses menyapih sendiri terbagi menjadi 2 jenis yakni proses penyapihan secara bertahap yang mana proses penyapihan ini dilakukan secara alami. Proses ini tidak perlu memaksa bayi dan berjalan sesuai dengan tahap tumbuh kembang si kecil serta ditentukan oleh ibu. Proses kedua yaitu proses penyapihan secara mendadak yang dilakukan karena terpaksa.
Salah satu contohnya adalah ketika tiba tiba ibu sakit atau harus berpergian jauh dan tidak bisa menyusui si kecil maka proses penyapihan dilakukan secara mendadak. Jika harus memilih maka sebaiknya ibu memilih proses menyapih secara alami penuh kasih sayang sebab proses ini yang paling minim mengalami resiko terhadap psikologis dan kesehatan si kecil. Sedangkan bila ibu memilih proses penyapihan yang ditentukan sendiri maka harus memiliki kesiapan mental dan dukungan dari suami serta keluarga.
Bila ibu bisa mengetahui Cara menyapih anak dengan benar maka psikologis anak tidak akan terganggu. Sebab bisa saja si kecil justru mengalami trauma dalam proses menyapih sebab caranya salah. Cara menyapih yang salah tentu akan menyebabkan anak menjadi penakut, mudah khawatir dan tidak memiliki rasa percaya diri. Beda cerita jika proses penyapihan dilakukan dengan benar maka si kecil akan tumbuh dengan cerdas, mudah beradaptasi, lebih disiplin dan memiliki rasa percaya diri tinggi.
Ketika akan melakukan kegiatan menyapih sebaiknya jangan lupakan peran suami untuk membantu kesuksesan proses penyapihan. Kegiatan menyapih tentu harus mendapatkan persetujuan dari suami dan berdiskusi bersama bagaimana baiknya. Dengan dukungan dari suami maka proses yang akan ibu lakukan bisa berjalan lebih mudah dan lancar. Nantinya sang Ayah bisa menemani si kecil saat tidur tanpa menyusu kepada ibu. Peran Ayah disini sangat penting, salah satunya yaitu Ayah bisa memberikan dukungan selama proses penyapihan dengan mengajak si kecil bermain atau mengatur jadwal tidur si kecil dengan baik.

Ketika anak tiba tiba terbangun saat malam hari untuk meminta ASI maka biarkan Ayahnya berperan untuk menemani dan memberikan air putih untuk si kecil kemudia mengajak si kecil tidur kembali dengan perlahan. Sebab jika yang datang menghampiri anak adalah ibu nya maka si kecil akan semakin rewel dan meminta ASI kepada Ibunya.

Friday, July 27, 2018

Cara Menyapih Anak Dengan Cinta Dan Penuh Kesabaran Tanpa Paksaan

Cara menyapih anak agar bisa berjalan dengan lancar maka ibu harus melakukannya dengan penuh cinta. Saat menyusui adalah momen yang menyenangkan bagi ibu dan bayi, waktu kebersamaan tanpa gangguan siapapun, hanya ibu dan bayi.  Atas dasar berbagai alasan entah karena memang bayi kecil sudah beranjak besar ataukah ibu hamil lagi, maka momen khusus ibu dan bayi ini harus segera dihentikan. Mungkin bukan dihentikan tetapi diganti dengan momen lainnya yang lebih menyenangkan.  
Tentu ibu menginginkan proses sapih berjalan lancar, cepat, dan sukses.  Namun akan lebih mengesankan dan layak dikenang jika proses sapih ini berlangsung tanpa paksaan, tanpa air mata dan penuh cinta.  Ibu yang akan menyapih buah hatinya wajib menguatkan niat, membulatkan tekad untuk memulai proses ini. Jika ibu masih setengah hati atau ragu  ragu sebaiknya tunda dulu keinginan untuk mulai menyapih karena hanya akan membuang waktu dan tidak memberikan hasil yang optimal.
Cara Menyapih Anak Dengan Cinta Perlu Didasari Niat Yang Kuat
Niat ibu merupakan modal awal menyapih si buah hati, yakinkan diri bahwa proses menyapih ini akan berjalan mulus apapun rintangan yang dihadapi ibu pasti bisa melewatinya. Hindari melakukan sesuatu tanpa membicarakan terlebih dahulu pada si kecil, termasuk rencana ibu untuk menyapihnya.  Melalui komunikasi, si kecil akan menyiapkan dirinya dan tidak kaget ataupun mengira tentang apa yang terjadi padanya saat disapih.
Awalnya mungkin si kecil menolak dengan rencana ibu untuk menyapihnya tetapi percayalah lambat laun ia akan mengerti. Menghentikan proses menyusu akan terasa menyakitkan jika dilakukan sekaligus dan tiba-tiba. Hal ini menyakitkan bagi ibu karena kehilangan salah satu momen kebersamaan dengan buah hati dan dapat membuat payudara bengkak yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Berhenti menyusu dengan tiba-tiba juga menyakitkan bagi si kecil karena ia akan merasa ditolak dan kehilangan.
Ibu bisa melakukan dengan cara halus dan perlahan.  Jika ibu biasa mengantar tidur si kecil dengan menyusuinya maka sekarang saatnya ibu ubah cara itu, lakukan kebiasaan lain seperti memandikan, memijat, atau membacakan buku cerita sebelum tidur dan biarkan si kecil tidur dengan sendirinya.  Hindari menyusui si kecil jika ia tidak memintanya dan tetapkan aturan tempat khusus misal kamar tidur untuk menyusui sehingga anak tidak akan menyusu di sembarang tempat dan tentu hal ini mengurangi frekuensi menyusu.
Jika si kecil merengek ingin menyusu diluar kesepakatan yang ditetapkan misalnya menyusu di tempat umum maka tugas ibu untuk mengalihkan perhatiannya, bisa dengan melakukan kegiatan yang disukai anak atau memberinya makanan favorit.  Pastikan perut anak kenyang karena hal ini akan menghilangkan keinginan si kecil untuk menyusu. Kemungkinan beberapa malam tidurnya menjadi tidak nyenyak namun ini terjadi hanya beberapa malam saja, ibu pasti bisa melewatinya demi kesuksesan menyapih dengan cinta.
Jika anak terbangun di malam hari, jangan buru-buru menyusuinya atau memberi makanan, tepuk-tepuk saja punggungnya, jika masih menangis ibu boleh menggendong atau menimangnya, bila ia kelihatan haus ibu boleh berikan air putih.  Sebaiknya ibu tidak membiasakan memberi anak makan atau susu disela-sela waktu tidurnya karena selain bisa merusak gigi dengan sisa makanan atau minuman yang menempel, hal ini juga akan membuat si kecil terbiasa bangun di malam hari untuk menagih jatah makan atau minumnya. Bagaimana mudah bukan Cara menyapih anak supaya tidak rewel? Yang perlu diingat adalah lakukan dengan cinta dan penuh kesabaran ya Bu..