Cara menyapih anak sebenarnya ada berbagai macam, hanya saja setiap satu bayi dengan bayi lain terkadang tidak cocok metodenya. Apa sih itu menyapih ? Menyapih adalah salah satu cara untuk menghentikan anak untuk menyusu dari Ibunya atau kata lainnya yaitu berhenti minum ASI. Menyapih merupakan hal yang tidak mudah bagi ibu sebab prosesnya membutuhkan kesabaran ekstra dan tidak jarang melibatkan emosi ibu sehingga membuat si kecil justru menjadi rewel. Pada umumnya tidak ada batasan kapan waktu yang tepat untuk ibu memulai menyapih si kecil. Ketika si kecil sudah dirasa mampu dan kebutuhan nutrisi selain ASI semua telah terpenuhi maka proses menyapih bisa dilakukan.
Sejatinya menyapih bukan suatu kegiatan untuk menjauhkan anak dari sang ibu melainkan aktivitas ini mempunyai arti bahwa sebagai orang tua, ibu sudah saatnya memberikan kasih sayang dan mendidik si kecil dengan cara baru. Beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk menyapih anak sebaiknya ia sudah mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan terlebih dahulu. Ibu yang menyusui sebaiknya mulai melakukan proses menyapih ketika si kecil sudah berusia setidaknya 1 tahun sebab pada usia ini si kecil sudah bisa membangun sistem anti alergi dalam tubuhnya dengan baik.
Inilah Beberapa Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel
Proses menyapih anak pada beberapa kepercayaan budaya dan agama biasanya dimulai saat si kecil sudah berusia 2 tahun. Proses menyapih sendiri terbagi menjadi 2 jenis yakni proses penyapihan secara bertahap yang mana proses penyapihan ini dilakukan secara alami. Proses ini tidak perlu memaksa bayi dan berjalan sesuai dengan tahap tumbuh kembang si kecil serta ditentukan oleh ibu. Proses kedua yaitu proses penyapihan secara mendadak yang dilakukan karena terpaksa.
Salah satu contohnya adalah ketika tiba tiba ibu sakit atau harus berpergian jauh dan tidak bisa menyusui si kecil maka proses penyapihan dilakukan secara mendadak. Jika harus memilih maka sebaiknya ibu memilih proses menyapih secara alami penuh kasih sayang sebab proses ini yang paling minim mengalami resiko terhadap psikologis dan kesehatan si kecil. Sedangkan bila ibu memilih proses penyapihan yang ditentukan sendiri maka harus memiliki kesiapan mental dan dukungan dari suami serta keluarga.
Bila ibu bisa mengetahui Cara menyapih anak dengan benar maka psikologis anak tidak akan terganggu. Sebab bisa saja si kecil justru mengalami trauma dalam proses menyapih sebab caranya salah. Cara menyapih yang salah tentu akan menyebabkan anak menjadi penakut, mudah khawatir dan tidak memiliki rasa percaya diri. Beda cerita jika proses penyapihan dilakukan dengan benar maka si kecil akan tumbuh dengan cerdas, mudah beradaptasi, lebih disiplin dan memiliki rasa percaya diri tinggi.
Ketika akan melakukan kegiatan menyapih sebaiknya jangan lupakan peran suami untuk membantu kesuksesan proses penyapihan. Kegiatan menyapih tentu harus mendapatkan persetujuan dari suami dan berdiskusi bersama bagaimana baiknya. Dengan dukungan dari suami maka proses yang akan ibu lakukan bisa berjalan lebih mudah dan lancar. Nantinya sang Ayah bisa menemani si kecil saat tidur tanpa menyusu kepada ibu. Peran Ayah disini sangat penting, salah satunya yaitu Ayah bisa memberikan dukungan selama proses penyapihan dengan mengajak si kecil bermain atau mengatur jadwal tidur si kecil dengan baik.
Ketika anak tiba tiba terbangun saat malam hari untuk meminta ASI maka biarkan Ayahnya berperan untuk menemani dan memberikan air putih untuk si kecil kemudia mengajak si kecil tidur kembali dengan perlahan. Sebab jika yang datang menghampiri anak adalah ibu nya maka si kecil akan semakin rewel dan meminta ASI kepada Ibunya.

No comments:
Post a Comment